Kenapa?
Kenapa?
Kenapa semua terasa sulit?
Suatu saat bahagia menyelimuti
Kemudian duka menyerbu
Kenapa?
Kenapa dulu ku bahagia?
Rasanya selalu terbang
Tapi kini tidak lagi
Mungkin karena kau pergi?
Tidak, kuharap tidak
Ku tak ingin jatuh
Hanya gara-gara kau
Saat Semua Berubah
Aku ingin kembali ke masa lalu
Ke masa dimana semua belum berubah
Ke masa dimana semua begitu indah
Ke masa ketika aku masih menyimpannya sendiri
Lalu kau tahu
Kau memang tidak bermaksud tahu
Aku yang memaksamu tahu
Mungkin ini karena keegoisanku
Perlahan-lahan kau berubah
Bagai daun yang berguguran
Mungkin karena kesendirianmu
Atau karena keinginanmu menghindariku
Kau tidak mengerti
Atau aku yang tidak mengerti?
Kau pergi
Atau aku yang sebenarnya pergi?
Bisakah aku memintamu tinggal?
Atau kau memang ditakdirkan pergi?
Aku hanya bisa berharap
Kau akan kembali suatu saat nanti
“Aku bahagia menjadi diriku sendiri. Tak peduli di mana pun aku berada, asal aku bisa menyayangi diriku sendiri, aku sudah bahagia.”
—Iger
“Aku sadar aku menyayangimu lebih dari seorang sahabat. Aku sadar aku jadi selalu bergantung padamu. Tanpamu, rasanya ada yang kurang. Seolah-olah kau adalah potongan puzzle yang paling penting dalam hidupku.”
—Nakagawa Toshi
Lomba Menulis Cerpen Tema Bebas Oleh RetakanKata Juara 1: 1jt + Blog Premium (DL: 31 Mei 2013)
lombamenulis:
Lomba menulis cerpen RetakanKata 2013 ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu Kategori A –untuk umum-, dan Kategori B, -untuk buruh migran-, dengan ketentuan lomba sebagai berikut:
Ketentuan Pendaftaran
Lomba ini terbuka bagi siapa saja, baik WNI maupun WNA di mana pun berada dan memiliki kartu identitas (KTP/KTM/SIM/Kartu Pelajar, Surat Ijin Tinggal atau Passport).
Peserta dapat mendaftarkan diri dengan menggunakan formulir pendaftaran yang dapat diunduh dari sini.
Formulir pendaftaran diisi dan dilampiri dengan fotokopi kartu identitas yang masih berlaku serta naskah cerpen yang dilombakan. Formulir pendaftaran berikut lampirannya tersebut, diunggah melalui menu Unggah Naskah Lomba Cerpen 2013. Dengan mengunggah file, peserta berarti SUDAH MENDAFTARKAN DIRI.
Lomba ini tidak dipungut biaya (GRATIS!)
Batas akhir 31 Mei 2013 pukul 24.00. Lewat tanggal tersebut, peserta tidak dapat lagi mengunggah naskah cerpen.
Ketentuan untuk Masing-masing Kategori
Kategori A
Kategori ini terbuka untuk umum. Sepanjang memenuhi persyaratan pendaftaran, siapa saja boleh turut serta dalam lomba ini. Untuk kategori A, 1 peserta hanya boleh mengirimkan 1 naskah cerpen.
Tema untuk Kategori A tidak dibatasi, dengan kata lain BEBAS.
Kategori B
Yang diijinkan mendaftar untuk kategori ini adalah buruh migran di mana pun mereka berada. Kartu identitas yang digunakan adalah passport dan jika passport ditahan pihak lain, dapat melampirkan KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) atau KTP dengan pernyataan yang menjelaskan mengapa passport tidak dapat dilampirkan. Satu peserta buruh migran dapat mengirim 1 naskah cerpen untuk kategori A dan 1 naskah cerpen untuk kategori B.
Tema untuk Kategori B: Jalan Sunyi Sang Buruh Migran. Dengan kata lain, tema ini MENCERITAKAN pengalaman yang menarik maupun tidak menarik, yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan seorang buruh migran. Penceritaan tidak harus menggunakan sudut pandang orang pertama (AKU).
Read More

the-absolute-best-posts:
My lovely followers, please follow this blog immediately!
(Source: net-glow)
escapekit:
Keyboard
Russian artist Anatoly Vyatkin installed a giant replica of a Cyrillic QWERTY keyboard made of 86 stone blocks, each weighing up to 1,000 pounds. The Keyboard monument (which in some circles also goes by the name “Claudia”) is a permanent outdoor sculpture located in Yekaterinburg, Russia, where it remains a prominent tourist attraction.
x)~
That depressing moment when you wake up during the best part of your dream.
fuckyeahlaughters:

(Source: ultimatehumorblog)
“This song is about my band, and my producer, and all the people who have helped us build this brick by brick. The fans, the people who I feel that we are all in this together, this song talks about the triumphant moments that we’ve had in the last two years. We’ve had times where we just jump up and down, and dance like we don’t care how we’re dancing, and just scream at the top of our lungs, “How is this happening?” And, I feel very lucky to even have had one of those moments, nonetheless all the ones that I got to have.”
(Source: lightsglisten, via onedee-13)